Follow Me !
Follow My IG
  • Jumat itu hari yang paling menyenangkan buat berlehaleha Berandaiandai tentanghellip
  • How prepared are you? Two more weeks and its gettinghellip
  • Selesai seminar 2 bersama 3 dosen super baik Now offhellip
  • Every beginning has an end and every ending is thehellip
  • Another milestone End of another grueling two years I thinkhellip
  • All my life essentials in one frame flowers flowerstagram fujihellip
  • Last weekend we had a short getaway to Jogja Forhellip
  • Over the last few years I always get to seehellip
IMG_2558

Lihaga – Gangga, dua sejoli di pucuk utara Sulawesi

Cipratan asin air laut mulai terasa di kulit muka saya saat mesin 15PK perahu motor kecil itu mulai meningkat intensitas raungannya.  “Ahh .. sungguh menyegarkan!”, pikir saya.  Terakhir kali menggunakan perahu seperti ini waktu jalan ke Kiluan di awal tahun. 6 bulan! waktu yang tidak sedikit untuk berkutat dengan kertas dan dokumen kerjaan kantor. Untunglah ada waktu 6 hari liburan Lebaran 2014 ini yang bisa saya manfaatkan untuk ‘mudik’ ke Manado.

 

Perjalanan ke Pulau Lihaga dan Gangga ini sebenarnya tidak ada dalam rencana, namun tadi malam tawaran spontan seorang teman sungguh sulit untuk ditolak untuk one day go show keliling daerah Likupang, ternasuk island hopping dan snorkling. Saya bukan diver, jadi rasanya mengapung dan berenang-renang di permukaan air laut yang biru sudah lebih dari cukup.

 

Lihaga adalah pulau kecil tidak berpenghuni yang terletak di perairan utara pesisir Minahasa Utara. Satu dua tahun terakhir ini mulai dikenal orang sebagai tujuan wisata karena beberapa spot diving yang menarik dan tentu saja pasir putih dengan air laut biru turqoise typical paradise island.

 

IMG_2574

 

Pagi tadi selepas sarapan pagi Nasi Kuning cakalang yang legendaris itu mobil kami pacu menuju Likupang. Sayangnya karena terlambat start, saat kami tiba di Bahoi, desa yang menjadi titik penyebrangan, matahari sudah cukup tinggi. ” Kalau datang lebih pagi, bisa lihat matahari muncul dari sana”, kata Anto seraya tangannya menunjuk ke arah horizon yang terbentang di depan mata. Sambil menunggu loading logistik ke perahu ‘Belanda’ yang akan membawa kami berkeliling, sungguh pemandangan yang menyegarkan duduk-duduk ngobrol di bawah pohon mangga di halaman rumah Anto dengan view laut lepas di depan mata.

 

10 menit lepas dari teluk kecil perairan Bahoi, Lihaga menampakkan wajahnya. Lihaga, Gangga dan Bangka adalah 3 pulau berdekatan yang menjadi tenar dengan ceritanya sendiri-sendiri. Lihaga karena pasir putihnya, Gangga yang berukuran lebih besar dari Lihaga  adalah pulau berpenghuni dan terkenal karena resort yang dikelola secara profesional dengan berbagai pengunjung dari luar dan dalam negeri, utamanya untuk diving. Ketiga dan terbesar diantara mereka adalah Pulau Bangka. Yap .. di Indonesia ada 2 pulau Bangka. Pulau Bangka di Likupang ini menjadi berita karena cerita penambangan yang dilakukan di pulau ini yang cukup kontroversial. Kalau dicari, banyak berita belum berapa lama ini dengan tag line, Save Bangka. Sungguh akan sangat disayangkan apabila ekosistem yang sangat alami ini rusak karena ulah manusia dengan pertambangannya.

 

Anyway tidak mau berlama-lama dengan konflik Pulau Bangka, saya memilih untuk duduk santai dengan kaki digantungkan di samping perahu kecil kami. Bunyi kecipak ombak yang di terjang lambung perahu bagaikan lagu pengantar petualangan. Sesekali kaki saya celupkan dan spontan dingin air laut berhamburan membasahi penumpang dibelakang saya. Tidak boleh sering-sering seperti itu karena saking kecilnya, hambatan apapun di salah satu sisi perahu akan bisa membelokkan arah tujuan perahu tersebut.

 

IMG_2538

 

Garis pantai berpasir putih berbatasan dengan biru laut yang tenang menyambut kami dan beberapa perahu lain yang merapat dari arah Munte dan Serei, dua desa lain yang menjadi titik pemberangkatan dari Likupang. Dua perahu berukuran agak besar milik dari Gangga Island Resort yang hanya berjarak kurang lebih 1 km dari Lihaga terlihat sedang parkir menunggu penumpangnya yang sedang sibuk bermain di pantai yang dangkal dengan air sangat bersih.

 

Anto dan pamannya yang menjadi tuan rumah sigap membongkar muatan persediaan makanan dan minuman kami. Banyak penghuni pulau Gangga yang bolak-balik ke Lihaga untuk menyediakan berbagai macam makanan/minuman seperti pisang goreng dan kopi panas. Tapi untuk kami sudah tersedia Ikan Batu, istilah untuk ikan hasil tangkapan penduduk sekitar dengan menggunakan metode tradisional menyelam dan jubi berupa panah yang dibawa untuk berburu ikan.

 

IMG_2626

 

Puas bermain di lembutnya (dan panasnya) pasir Lihaga, kami memutuskan untuk segera menuju ke Rumah Apung yang lebih dekat ke arah Bahoi. “Yang bisa main disini hanya para pejabat dan kita lho … Karena kita datang dengan warga Bahoi”, jelas Yuddi. Rumah Apung ini dibangun atas prakarsa kepala desa dan dijadikan sebagai pos penanda daerah DPL (Daerah Perlindungan Laut) dimana ikan-ikan yang hidup di daerah DPL ini tidak boleh ditangkap. Warga secara swadaya dan bergiliran menjaga DPL ini dari gangguan pihak luar. Bahoi sedang berbenah diri sebagai desa tujuan ekowisata, dan Rumah Apung ini menjadi simbol usaha dan kerja keras mereka.

 

IMG_2636

 

Berenang di sekitar Rumah Apung ini sungguh menyenangkan. Capek berenang dan snorkling saya putuskan untuk selonjoran beristirahat di kursi malas yang tersedia sambil menikmati sensasi goyangan arus laut yang membuai rumah apung ini dengan ritme yang konstan .. menidurkan …

 

Perlahan tapi pasti terik matahari semakin bersahabat dan berangsur menjadi semburat lembut cahaya di sore hari. Ingin rasanya menghabiskan malam di daerah konservasi mangrove dan terumbu karang disekitar rumah apung ini, tapi liburan saya sudah hampir berakhir. Dalam 2×24 jam gelombang air laut yang bermain disekeliling saya akan digantikan dengan geliat hiruk pikuk kehidupan di ibukota Jakarta. Dan melihat sisa kalender yang hitam polos .. mungkin baru tahun depan lagi saya akan bisa menghabiskan waktu di tengah ketenangan alam yang luar biasa seperti yang ditawarkan Bahoi.

 

IMG_2674

 

Seiring dengan bias terakhir matahari menghilang ditelan horizon, kami pun memulai perjalanan pulang ke Manado … See you Bahoi ! See you Lihaga !

2 Comments

  • Kikie

    19.08.2014 at 07:41 Reply

    kebanyakan motret, pas di potret ekspresinya masih kurang yaa…. hihihihi
    foto gembira pas jadi kesannya malah tersiksa gituuuh

  • yel

    25.11.2014 at 15:16 Reply

    Deskripsi peristiwa sgt antusias.. Great job spekology.. (y)

Post a Comment