Follow Me !
Follow My IG
  • Frosty says Merry Christmas 2016 Its been a great yearhellip
  • Menutup tahun 2016 yang amazing Very thankful for many blessingshellip
  • Swag Just another view in Jakarta Kota Train Station Imhellip
  • Suasana pagi di Stasiun Jayakarta KRL adalah salah satu bentukhellip
  • Finish line After 2 years of marathon graduation medal
  • Welcoming the year of the rooster Happy new year! lionhellip
  • Just another day in office Nothing better to start ahellip
  • Something warm to start the day with Its not thehellip
IMG_3709

Malam dingin menggigit di Darband

Sebelum benar-benar menginjakkan kaki di Iran tidak pernah saya bayangkan bahwa ada kehidupan malam di Tehran. Boro boro jalan-jalan di malam hari, malah mungkin ada jam malam yang ketat, pikir saya. And I’m in for a surprise.

 

Di sela-sela kegiatan pameran yang padat, pemandu kegiatan kami mengusulkan untuk jalan-jalan ke Darband setelah acara selesai. Apalagi traffic Tehran yang biasanya padat luar biasa, hari ini terasa cukup bersahabat.

 

Setelah menghabiskan sesorean berburu es krim safron di North Bazaar, dan kemudian mengunjungi makam Emamzadeh Saleh, bus kami mulai merayap naik menuju Darband. Human, pemandu wisata kami .. bercerita bahwa Darband ini adalah tempat orang Tehran nongkrong dan makan malam dengan restoran yang menarik dan udara yang segar. Letaknya di kaki pegunungan Alborz yang menjadi benteng utara kota Tehran. Segar ? thermometer di bus menunjukkan 12 derajat celcius, dan mereka menyebut ini udara segar.

 

Semakin ke atas jalanan semakin sempit, dan akhirnya tibalah kami di Darband. Jalan yang sudah sempit diperparah dengan mobil yang parkir di salah satu sisi jalan. Untunglah kami pakai bus jadi tidak perlu pusing dengan parkir mobil. Sebuah patung petualang berdiri gagah menyambut pengunjung ke area kompleks restoran yang terlihat cukup ramai dan semarak.

 

IMG_3896

Pemandangan kiri dan kanan jalan cukup serupa dengan di Indonesia. Banyak pedagang kaki lima dengan dagangan khasnya berupa manisan plum dan kacang-kacangan walnut. Dan ternyata ada juga jagung bakar lho .. Serasa di puncak deh! Bedanya jauh lebih dingin aja.

 

IMG_3890

Restaurant yang menjadi tujuan kami adalah salah satu restoran dengan interior yang casual. Mereka menyajikan makanan khas Iran dan tentu saja .. es krim Safron! Mayoritas seating arrangementnya secara outdoor, jadi kebayang dong dinginnya. Tapi untunglah restorannya cukup tanggap. Untuk memerangi dingin, ada pemanas seperti kompor yang dipasang di bawah meja dan juga dipasang di atas seperti lampu. Belum cukup hangat ? Ada selimut yang cukup tebal untuk menemani makan malam yang ceria. Jangan sampe ketiduran aja ya ..

 

IMG_3751

 

Sayangnya waktu kami di Tehran tidak banyak, jadi tidak ada waktu untuk kembali ke Darband di siang hari. Menurut cerita beberapa penduduk lokal Darband menawarkan nature trail dengan pemandangan alami yang menarik untuk dinikmati di siang hari. Selain track untuk berjalan-jalan ada juga chair lift  yang bisa digunakan untuk menikmati pemandangan dari satu puncak gunung batu ke puncak yang lain. Tergantung seberapa besar nyali kita aja untuk pakai jasanya ya.

 

Malam semakin larut dan udara semakin dingin menusuk tulang. Dengan ditutup dengan es krim Safron (lagi), kamipun kembali ke hotel untuk mempersiapkan kegiatan keesokan harinya. Sampai berjumpa kembali Darband !

 

IMG_3874

1 Comment

Post a Comment