Follow Me !
Follow My IG
  • Jumat itu hari yang paling menyenangkan buat berlehaleha Berandaiandai tentanghellip
  • All my life essentials in one frame flowers flowerstagram fujihellip
  • Selesai seminar 2 bersama 3 dosen super baik Now offhellip
  • Another milestone End of another grueling two years I thinkhellip
  • How prepared are you? Two more weeks and its gettinghellip
  • Every beginning has an end and every ending is thehellip
  • Last weekend we had a short getaway to Jogja Forhellip
  • Over the last few years I always get to seehellip
IMG_3709

Malam dingin menggigit di Darband

Sebelum benar-benar menginjakkan kaki di Iran tidak pernah saya bayangkan bahwa ada kehidupan malam di Tehran. Boro boro jalan-jalan di malam hari, malah mungkin ada jam malam yang ketat, pikir saya. And I’m in for a surprise.

 

Di sela-sela kegiatan pameran yang padat, pemandu kegiatan kami mengusulkan untuk jalan-jalan ke Darband setelah acara selesai. Apalagi traffic Tehran yang biasanya padat luar biasa, hari ini terasa cukup bersahabat.

 

Setelah menghabiskan sesorean berburu es krim safron di North Bazaar, dan kemudian mengunjungi makam Emamzadeh Saleh, bus kami mulai merayap naik menuju Darband. Human, pemandu wisata kami .. bercerita bahwa Darband ini adalah tempat orang Tehran nongkrong dan makan malam dengan restoran yang menarik dan udara yang segar. Letaknya di kaki pegunungan Alborz yang menjadi benteng utara kota Tehran. Segar ? thermometer di bus menunjukkan 12 derajat celcius, dan mereka menyebut ini udara segar.

 

Semakin ke atas jalanan semakin sempit, dan akhirnya tibalah kami di Darband. Jalan yang sudah sempit diperparah dengan mobil yang parkir di salah satu sisi jalan. Untunglah kami pakai bus jadi tidak perlu pusing dengan parkir mobil. Sebuah patung petualang berdiri gagah menyambut pengunjung ke area kompleks restoran yang terlihat cukup ramai dan semarak.

 

IMG_3896

Pemandangan kiri dan kanan jalan cukup serupa dengan di Indonesia. Banyak pedagang kaki lima dengan dagangan khasnya berupa manisan plum dan kacang-kacangan walnut. Dan ternyata ada juga jagung bakar lho .. Serasa di puncak deh! Bedanya jauh lebih dingin aja.

 

IMG_3890

Restaurant yang menjadi tujuan kami adalah salah satu restoran dengan interior yang casual. Mereka menyajikan makanan khas Iran dan tentu saja .. es krim Safron! Mayoritas seating arrangementnya secara outdoor, jadi kebayang dong dinginnya. Tapi untunglah restorannya cukup tanggap. Untuk memerangi dingin, ada pemanas seperti kompor yang dipasang di bawah meja dan juga dipasang di atas seperti lampu. Belum cukup hangat ? Ada selimut yang cukup tebal untuk menemani makan malam yang ceria. Jangan sampe ketiduran aja ya ..

 

IMG_3751

 

Sayangnya waktu kami di Tehran tidak banyak, jadi tidak ada waktu untuk kembali ke Darband di siang hari. Menurut cerita beberapa penduduk lokal Darband menawarkan nature trail dengan pemandangan alami yang menarik untuk dinikmati di siang hari. Selain track untuk berjalan-jalan ada juga chair lift  yang bisa digunakan untuk menikmati pemandangan dari satu puncak gunung batu ke puncak yang lain. Tergantung seberapa besar nyali kita aja untuk pakai jasanya ya.

 

Malam semakin larut dan udara semakin dingin menusuk tulang. Dengan ditutup dengan es krim Safron (lagi), kamipun kembali ke hotel untuk mempersiapkan kegiatan keesokan harinya. Sampai berjumpa kembali Darband !

 

IMG_3874

1 Comment

Post a Comment