Follow Me !
Follow My IG
  • Every beginning has an end and every ending is thehellip
  • Another milestone End of another grueling two years I thinkhellip
  • Jumat itu hari yang paling menyenangkan buat berlehaleha Berandaiandai tentanghellip
  • All my life essentials in one frame flowers flowerstagram fujihellip
  • Selesai seminar 2 bersama 3 dosen super baik Now offhellip
  • Last weekend we had a short getaway to Jogja Forhellip
  • How prepared are you? Two more weeks and its gettinghellip
  • Over the last few years I always get to seehellip

Migrasi hosting untuk pengguna wordpress

Di jaman online seperti sekarang ini fotografer juga mau tidak mau, suka tidak suka harus tau tentang website. Ada banyak alasan kenapa fotografer disarankan untuk punya. Boleh yaa .. cek artikel ini untuk tau kenapanya.

Singkat cerita, spekology.com yang sudah mengudara sejak 2009 akhirnya memilih menggunakan WordPress sebagai content management system (cms) dengan alasan fleksibilitas dan ketersediaan theme yang berlimpah ruah. Saya jadinya tidak perlu pusing dalam pembuatan halaman websitenya satu per satu dan bisa berfokus dalam kegiatan lain (motret maunya sih ..)

Hosting yang bertindak sebagai tempat penampungan website dan foto-foto kita jadi salah satu faktor penting yang harus dipertimbangkan. Ada banyak pilihan baik yang luar maupun dalam negeri, yang mahal maupun yang mudah. Silakan digoogle aja ya. Yang perlu diinget adalah, harga yang terlalu murah biasanya banyak efek sampingnya. Yaa .. mirip-mirip naik becak di Jogja lah. Lima ribu kok mau pakek rem .. sambil ngeri-ngeri sedap becaknya selap selip diantara mobil dan motor tanpa peduli rambu lalu lintas.

Kembali ke cerita website, beberapa tahun yang lalu saya menggunakan jasa web hosting murahan karena dasar pemikirannya, yang penting ada dulu aja lah. Beneran murahan karena paket termurahnya cuma sedolar sebulan. Bayangkan .. biaya sewa hosting setara bahkan lebih murah dari sepiring nasi rames. Tapi ya gitu deh, dari waktu ke waktu website saya beberapa kali down tanpa alasan jelas. Kemudian bisa kejadian artikel saya menghilang karena dari hosting melakukan backup dan yang di upload adalah versi lama dari website saya. Inti nya .. masih lebih mending dibeliin nasi rames lah itu duit.

Sebenernya sudah cukup lama saya ingin migrasi bedol desa dari server yang lama, ke server lain yang seharusnya bisa lebih memadai pelayanan dan uptime nya. Tapi membayangkan proses download dan upload content sudah cukup mengerikan, belum lagi utak-atik setting wordpressnya. Mendingan nyari nasi rames deh (lho nasi rames lagi ..). Akhirnya setelah menghabiskan waktu beberapa jam untuk baca-baca informasi tentang proses migrasi, dan kelihatannya tidak begitu sulit, saya putuskan untuk gue loe end dengan hosting lama. Mumpung bulan ini sudah harus renewal lagi.

Proses migrasinya sendiri ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan. Kalo lamanya sih iya .. koneksinya pake provider yang itu sih. Jadi ya pasrah deh. Untuk mudahnya saya bagi menjadi 3 tahap. Harap dicatat ya, proses ini hanya untuk migrasi ke server baru dengan domain yang tetap sama. Jadi tidak berlaku untuk yang pindah server dan ganti domain, bahkan tidak berlaku juga untuk yang dari subdomain menjadi main domain. Berlaku sih .. tapi perlu edit-edit dikit ..

Tahap 1: Di hosting lama

1. Kalau settingan wordpress nya menggunakan custom permalink, kembalikan settingan permalink ke default.
2. Login ke cpanel, dan klik phpMyAdmin. Disini kita akan mendownload semua database website.
3. Kalau kita menggunakan server ini untuk sharing beberapa domain, kemungkinan ada beberapa database yang terdafar. Temukan database punya website kita.
4. Centang semua baris dari tabel database website kita, dan klik Export.
5. Proses download akan dimulai dan file akan tersimpan dengan type *.sql

Tahap 2: Di hosting baru

1. Pada cpanel hosting yang baru, instal wordpress melalui cara apa saja. Bisa manual, fanstastico, ataupun softaculous.
2. Setelah wordpress terinstall, kembali ke menu utama cpanel dan klik phpMyAdmin lagi.
3. Cari database untuk website yang baru kita install, kemudian centang semua baris, dan hapus/delete melalui pilihan Drop.
4. Tabel database akan kosong melompong, klik Import, dan pilih file yang terdownload dari hosting lama tadi (Tahap 1: Step 5)
5. Saat proses import selesai, semua settingan dari hosting lama sudah dipindahkan ke hosting baru.

Tahap 3: Di komputer

1. Gunakan FTP client, login ke hosting yang lama. Di direktori utama penginstallan wordpress, temukan direktori wp-content.
2. Download direktori wp-content beserta seluruh isinya. Biasanya didalam akan ada direktori plugins, backups, themes, dan uploads. Direktori uploads berisi semua foto/video dan media yang pernah kita upload di website.
3. Ngopi dulu, karena proses step 2 diatas akan makan waktu cukup lama tergantung berapa banyak file yang ada di hosting lama itu.
4. Setelah selesai download, disconnect dari hosting lama dan login melalui ftp ke hosting yang baru.
5. Hapus wp-content di hosting baru, dan upload wp-content yang tadi di download sebagai gantinya.
6. Tidur dulu, karena biasanya proses upload lebih lama dari proses downloadnya.
7. Setelah terupload semua, proses migrasi sudah selesai dilakukan.

Tahapan selanjutnya adalah bersih-bersih. Silahkan login ke wordpress di hosting baru, dan kembalikan settingan permalink yang sesuai dengan settingan awal. Kemudian jangan lupa untuk mengganti settingan nameserver domain anda dengan nameserver hosting yang baru. Akan butuh waktu beberapa lama (bisa sampai 24 jam) untuk perubahannya selesai sempurna. Jangan kuatir bila dalam beberapa jam awal website anda masih belum bisa loading, atau kadang bisa dan kadang ngga bisa. Semuanya butuh waktu ya ..

Selamat bermigrasi .. !

1 Comment

  • Fadhly

    25.04.2014 at 22:14 Reply

    Keren tips nyaa.. 🙂

Post a Comment