Catatan Pinggir

Nikmatnya pepes jambal bendungan Walahar

Nikmatnya pepes jambal bendungan Walahar

“Air mengalir sampai jauh, akhirnya ke laut …”, menurut potongan lagu Bengawan Solo yang sangat dikenal tua dan muda di luar dan dalam negeri. Tapi di depan saya ┬áini bukanlah Bengawan Solo, melainkan sungai Citarum yang menjadi salah satu urat nadi kehidupan di Jawa Barat, khususnya daerah sekitar Karawang.

Musim hujan dan banjir 5-tahunan yang melanda Jakarta beberapa hari terakhir ini hampir membatalkan acara jalan-jalan ke Bendungan Walahar yang berfungsi menampung air sungai Citarum dan kemudian membagi-bagikan ke area persawahan seluas puluhan ribu hektar di sekitarnya. Pagi hari langit nampak sedikit muram dengan sedikit hujan gerimis sekelebatan dan kemudian berhenti.

Bolak-balik channel di TV mengabarkan banjir Jakarta mulai surut di beberapa tempat. Syukurlah keadaan sudah mulai membaik. Tanggul Latuharhary sudah selesai diperbaiki, mudah-mudahan kesiapannya bisa mencegah terjangan air kiriman dari Bogor dan sekitarnya yang hampir setiap saat beritanya diulang-ulang oleh semua media. Saya sepakat dengan bang MCA untuk menunggu dan melihat situasi sampai jam 11 siang untuk konfirmasi jadi tidaknya berangkat ke Walahar.

Jam 11 teng langit cerah walaupun agak sedikit berawan. We are set .. Pepes Jambal here we come ! Jam 2 sore lebih dikit kita meninggalkan Jakarta lewat tol Cikampek. Jalanan benar-benar lengang. Mungkin warga Jakarta masih recovery dengan keadaan yang hujan dan banjir dua hari belakangan ini. Peugeot bang MCA melaju santai di tol Cikampek sambil melenggang ke kiri dan kanan menghindari lubang yang berserakan di semua lajur. Efek genangan air di jalanan beberapa hari terakhir ini, semua lubang kecil yang tidak tampak kini jadi begitu jelas. They better fix it up sebelum ada korban yang jatuh.

Kurang lebih 15 menit dari pintu tol Cikarang Utama menuju Bandung, exit Karawang Timur sudah tampak di depan mata. Hati-hati karena jalanan dari pintu tol menuju jalan utama cukup lebar, tapi tidak ada pembatas jalan yang membedakan lajur dari dan menuju ke pintu tol. Beberapa kali papasan dengan truck kami terpaksa mengalah, daripada urusan pepes jambal walahar batal hanya karena hal sepele.

Lampu merah pertama dari pintu tol, belok kanan. Rute menuju Bendungan Walahar sebenarnya cukup straight forward. Permasalahannya tidak adanya papan penunjuk jalan yang cukup jelas terlihat. Sebagai patokan kasar, dari lampu merah tadi, kurang lebih 2-3 km ada jembatan yang cukup besar dan tidak lama setelah jembatan ini ada Indomart di sisi kanan jalan. Tepat setelah Indomart ini ada belokan ke kanan untuk menuju flyover menyeberangi tol Cikampek. Kami mengikuti jalan tersebut dan tiba di jalan yang cukup lebar menyusuri kanal pengairan. Bangunan pintu air kecil terlihat di depan kami.

Pertama kali kesini saya sempat menduga inilah Bendungan Walahar, tapi dilihat dari ukurannya kok tidak meyakinkan sebagai Bendungan yang bertanggung jawab terhadap kehidupan pertanian masyarakat sekitar sini. Tidak jauh dari pintu air ini jalanan menjadi semakin sempit dan akhirnya berbelok ke kanan menyeberangi kanal pengairan tadi. Bendungan Walahar terbentang di depan mata kami diiringi dengan gemuruh air yang berpindah dari satu sisi ke sisi lain bendungan.

Melintasi Jalan Sempit Walahar

Karena dorongan perut, mata langsung celingukan mencari warung pepes jambal walahar yang terkenal itu. Rupanya masih ada satu lagi ujian sebelum tiba disana. Kami harus melintasi bangunan bendungan yang lajurnya hanya cukup untuk satu kendaraan. Ujian yang cukup berat karena selain perut lapar, banyak motor yang tidak mau kalah dalam melintasi jalan sempit ini. Di ujung sisi lain bangunan bendungan ini siap-siap langsung masuk ke area parkir warung pepes H. Dirja.

Sebelum ini saya hanya kenal kata jambal dalam bentuk ikan asin. Ternyata jambal adalah jenis ikan patin dan pada menu pepes ini disajikan dalam bentuk fillet. Jadi tidak usah kuatir dengan tulang yang berserakan seperti pada ikan mas. Selain pepes jambal banyak jenis menu yang disajikan seperti pepes peda, tahu, jamur, ayam sampai bakar ikan. Tidak usah kuatir mau pesan yang mana, karena penyajian disini dalam bentuk gelaran. Semua makanan digelar, tinggal terserah kita mau makan yang mana. Jangan lupa pesan es kelapa muda untuk menambah nikmat makan siang.

Pepes Jambal Walahar

Sebagai komoditas utama, pepes berbagai jenis ini sudah disiapkan dalam bungkus yang pas untuk satu orang, dan kemudian di bakar secara tradisional menggunakan tungku kayu api selama kurang lebih satu jam. Asap dan aroma bakaran yang meliuk-liuk di dapur serasa candu yang membawa ke langit ketujuh untuk anda pecinta kuliner.

Main-main ke bendungan walahar rasanya tidak akan lengkap apabila belum melakukan explorasi bangunan bendungan itu sendiri. Ada 2 sisi yang bisa dijelajahi, salah satunya di area samping warung pepes ini. Sore ini saya memutuskan untuk mencoba sisi sebelah yang posisinya berhadapan. Artinya kami harus berjalan kaki melintasi jalan sempit yang kami lewati dengan mobil tadi.

Pengalaman di bawah bangunan bendungan sangat berbeda dengan yang tampak saat melintas tadi. Bendungan Walahar walaupun sudah beroperasi sejak tahun 1925 masih tampak garang dan kokoh mengatur pergerakan air yang tak henti-hentinya bergemuruh. Warga sekitar memanfaatkan bendungan ini sebagai tempat memancing maupun menjala ikan yang banyak ikut hanyut dengan aliran air.

Memancing Walahar

Sore menjelang malam hari, seiring dengan matahari yang tenggelam dibalik horizon kegiatan disekitar Bendungan Walahar mulai menurun walaupun tidak berhenti sama sekali. Masih banyak warung yang buka menawarkan aneka makanan dan buah-buahan. Langit yang memerah perlahan menjadi gelap kebiruan. Bendungan Walahar mulai bersolek dengan lampu-lampu yang gemerlap menyambut malam turun.

Sunset Fishing

Saat manusia beristirahat, Bendungan Walahar tetap siaga dan melanjutkan tugas mengatur jumlah air yang akan tetap bergerak dan berjalan tiada henti menuju tujuan akhirnya .. menuju laut.

 

Karawaci, 27 Jan 2013

Tags: , , , , , , , , , , ,

Author Description

2 Responses to “Nikmatnya pepes jambal bendungan Walahar”

  1. bishop 15 May 2013 - Reply

    nice post, mas..
    jadi mau kesini makan pepes :)

    • wongkar 15 May 2013 - Reply

      dicoba mas bishop. dijamin bikin ketagihan. terima kasih sudah berkunjung ya. btw cerita di getlost2explore.com nya seru-seru. banyak yang bisa jadi referensi jalan-jalan saya berikutnya :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.