Follow Me !
Follow My IG
  • Another milestone End of another grueling two years I thinkhellip
  • Last weekend we had a short getaway to Jogja Forhellip
  • How prepared are you? Two more weeks and its gettinghellip
  • All my life essentials in one frame flowers flowerstagram fujihellip
  • Every beginning has an end and every ending is thehellip
  • Over the last few years I always get to seehellip
  • Jumat itu hari yang paling menyenangkan buat berlehaleha Berandaiandai tentanghellip
  • Selesai seminar 2 bersama 3 dosen super baik Now offhellip
Pantai Baron

Pantai Baron, sang pemberi hidup

Berbeda dengan pantai-pantai lain di kawasan selatan Gunung Kidul, Pantai Baron lebih banyak menawarkan cerita humanisnya. Dari arah Wonosari, Pantai Baron adalah pantai pertama yang ditemui dari jejeran pantai Baron, Kukup, Krakal, dan seterusnya sampai Pantai Indrayanti yang sudah cukup populer dikalangan wisatawan lokal maupun mancanegara.

pantai-baron-1541

Setelah melewati pos retribusi kawasan wisata tidak beberapa lama kami tiba di persimpangan yang memisahkan beberapa kompleks pantai. Ke kanan untuk menuju Pantai Baron. Angkat topi untuk pemerintah dan pengelola yang memastikan fasilitas jalan masuk cukup baik dan papan-papan penunjuk arah tersedia di posisi strategis dan informatif. Tanpa harus nyasar kami tiba di parkiran Pantai Baron yang cukup luas. Tidak ada biaya tambahan lain selain ongkos parkir Rp 5000,- per mobil yang harus kami bayarkan untuk masuk ke kompleks pantai Baron.

 

Sekeliling area parkir banyak dipenuhi kios pedagang kaki lima yang menawarkan berbagai macam barang. Beberapa orang ibu separuh baya duduk menahan kantuk di belakang lapak dagangan buahnya yang didominasi oleh pisang. Entah dari mana asalnya. Gunung kidul tidak pernah terkenal sebagai penghasil buah pisang. Tidak jauh dari situ ada pedagang aksesoris yang menjual aneka kaca mata dengan harga 20-ribuan. Amazing barang-barang tersebut bisa dijual disini dengan harga seperti itu.

 

Sudut mata saya tiba-tiba menangkap gerakan beberapa orang anak kecil berlarian menuju ke suatu arah menjauh dari area parkiran. Sekejap mata mereka menghilang dibalik jejeran kios penjual makanan yang hari ini nampak kosong melompong dan kekurangan aktivitas. Bergegas saya menuju lorong tempat anak-anak itu menghilang.

 

Walaupun hari ini adalah hari libur, tapi suasana tidak bisa dibilang ramai, bahkan sangat sepi. Bangku-bangku panjang ditumpuk diatas meja sebagai tanda bahwa kios tersebut tidak berjualan. Satu-dua kios yang bukapun nampak menyuguhkan makanan apa adanya. Malah didominasi oleh mie instan yang bisa cepat disajikan saat dibutuhkan.

Pantai Baron

Pemandangan dibalik kios-kios pedagang tersebut adalah anti klimaks bayangan saya tentang laut selatan. Di depan mata saya tersaji pemandangan pantai tenang yang tidak terlalu luas dan berpasir hitam. Dua sisi kiri dan kanan pantai diapit oleh dinding karang yang menjorok masuk jauh ke laut membentuk benteng penghalang hempasan ombak laut selatan yang terkenal ganas.

pantai-baron-1555

Di sisi kanan pantai ada muara sungai yang cukup besar yang aliran sungainya melintas membelah pantai dari kanan ke kiri. Aliran sungai ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung hari itu yang mayoritas adalah anak kecil. Menggunakan pelampung dari ban dalam bekas truk, kebahagiaan mereka jelas terlihat saat berlarian dan bercanda di air dengan sesama mereka.

pantai-baron-1550

Untuk warga sekitar pantai, posisi yang terlindung menyebabkan Pantai Baron ini menjadi tempat yang ideal untuk menyimpan perahu saat tidak sedang melaut. Seorang bapak nampak sedang sibuk bongkar muatan saat saya mendekat ke arah kumpulan perahu yang berjejer di bibir pantai.

 

pantai-baron-1577

pantai-baron-1570

Di bentangan pasir pantai yang tidak begitu panjang itu banyak juga warga yang memilih menyewakan pelampung dan tikar untuk pengunjung. Cukup menarik sebenarnya untuk duduk leyeh-leyeh  sambil menikmati angin laut yang bertiup kencang. Karena waktu yang semakin sore saya memutuskan untuk tidak terlalu lama menikmati ketenangan Pantai Baron. Dalam perjalanan kembali ke mobil terlihat satu bus berisi serombongan anak sekolah baru saja parkir. Ah .. mudah-mudahan semakin banyak pengunjung hari ini untuk memberi hidup pada masyarakat sekitar Pantai Baron.

No Comments

Post a Comment