Follow Me !
Follow My IG
Pulau Kelapa, Kiluan

Teluk Kiluan berpasir putih

Ngapain jauh-jauh ke Phi-phi island di Thailand kalau di deket-deket sini aja banyak pantai berpasir putih ya. Demikian pikir saya saat merencanakan acara jalan-jalan berikut bersama beberapa teman yang suka foto. Niat awal kami memang menuju ke Karang Gigi Hiu di Kelumbayan, Lampung Selatan yang salah satunya bisa dicapai dari Teluk Kiluan. Tapi biarlah itu ada ceritanya tersendiri yang tidak kalah seru dengan perjalanan Indiana Jones.

 

Mari kita fokus aja dengan bagaimana tiba di Kiluan yang katanya sekitar 3-4 jam dari Bandar Lampung. Perjalanan kami dari Jakarta dimulai jam 10 malam. Terlepas dari padatnya traffic di Jakarta, kami disambut padatnya traffic keluar dari pintu tol Cikupa karena perbaikan jalan. Lucu memang jalan tol ini. Sepanjang tahun ada aja bagian yang perlu diperbaiki. Selepas tengah malam akhirnya kami bisa juga mendapat tempat di salah satu kapal ferry yang akan menyebrang ke Bakauheni.

 

Antrian mobil tidak panjang, tapi somehow karena kapal yang cukup sempit, mobil-mobil cukup kesulitan bermanuver di dalam kapal untuk menempati posisi parkir seefisien mungkin. Sekitar jam 2 pagi, kapal terasa bergerak dan perlahan lampu-lampu pelabuhan merak memudar diganti gelapnya malam dan dingin angin laut.

 

Jam 6 pagi perjalanan ke Bandar Lampung kami mulai dari Bakauheni. Proses unloading surprisingly berjalan cukup lancar. Dalam 5 menit sejak menyentuh pelabuhan kami sudah memacu kendaraan menuju Bandar Lampung. Menara Siger bertengger megah di perbukitan diluar pelabuhan menyambut para pendatang. Buat ganjal perut kami putuskan untuk mampir di salah satu restoran padang yang juga menyajikan soto dan mie. Rasanya ? yah .. begitulah .. :D

 

Tidak ingin terhalang dengan traffic yang semakin padat, kota Bandar Lampung kami lewati dan langsung mengambil arah ke selatan. Tujuan perhentian kami adalah Pantai Klara. Pantai wisata yang dikelola oleh Inkopal yang jaraknya tidak begitu jauh dari Bandar Lampung. Retribusi per kendaraan parkir Rp 25.000,- dan bisa digunakan baik di pintu 1 maupun 2 Pantai Klara. Untuk sekedar liat-liat kondisi pantai, lewatin aja area pantai klara yang berpagar, sampai suatu area terbuka yang memungkinkan mobil untuk parkir sebentar di pinggir jalan. Pantainya masih tetap berpasir putih dan ada beberapa batu karang yang cukup menarik untuk obyek foto.

 

Pantai Klara, Lampung

Pantainya Klara  sangat menarik karena faktor jarak yang mudah dicapai. Disamping itu juga pasir putih yang membentang sejauh mata memandang, dan kondisi pantai yang cukup bersih menjadi daya tarik utama orang untuk berenang atau sekedar bermain-main di pasir. Banyak saung-saung yang disewakan untuk tempat beristirahat bagi yang benar-benar berniat main di pantai. Dalam 5 menit kami didatangi beberapa orang yang menawarkan jasa berkeliling dengan perahu. Perairannya yang tenang sebenarnya sangat menggoda untuk diexplore lebih lanjut. Tapi kami harus mengejar waktu sunset di Kelumbayan.

 

Kondisi jalan sampai kecamatan Punduh Pedada lumayan mulus walaupun agak sempit. Dikiri dan kanan jalan kami melewati banyak area sawah yang menarik untuk dipotret. Namun di Punduh Pedada kondisi memburuk menuju desa Bawang yang menjadi patokan belokan menuju Kiluan. Beberapa bagian jalan rusak cukup parah dengan banyak lubang besar menganga mengharuskan mobil bermanuver ke kiri dan kanan dan tidak jarang tanpa pilihan terpaksa menerjang lubang-lubang tersebut.

 

Dari desa Bawang menuju Kiluan, segala kerusakan jalan tadi menjadi hal yang umum. Hanya ada satu dua bagian jalan yang layak dilalui kendaraan bermotor. Selebihnya hancur parah. Menjelang jam 2 siang kami tiba di gapura yang menjadi gerbang masuk ke Teluk Kiluan. We are here .. finally!

 

Total 16 jam perjalanan dari Jakarta. Not bad .. setara dengan Jakarta – Dubai bolak balik ..

 

Cottage yang dikelola secara swadaya oleh penduduk di Teluk Kiluan mengingatkan saya pada Sawarna. Opsi untuk menginap bisa di teluk kiluan atau di pulau kelapa. Dengan Rp 15.000,- pengunjung bisa menyebrang dan menginap di cottage ala kadarnya atau mendirikan tenda sendiri. Ada biaya masuk Rp 5000 per pengunjung. Kami menginap di salah satu cottage di Teluk Kiluan karena sore ini masih harus ke Karang Gigi Hiu.

 

Teluk Kiluan

Menghabiskan gelap malam ditemani ikan bakar tradisional dan kelap kelip lampu perahu nelayan adalah salah satu kegiatan yang wajib masuk di itinerary perjalanan. Bisa minta tolong ke penyedia jasa penginapan untuk sekalian menyiapkan ikan dan makanan lain sebagai menu makan malam. 5 kilogram ikan untuk 5 orang .. this is party !

 

Daya tarik utama Kiluan sebenarnya adalah Dolphin Tour. Rombongan yang ingin melihat dolphin di habitat bebasnya mulai berangkat dari teluk kiluan sekitar jam 6 pagi. Saya tidak tertarik untuk melihat dolphin karena membawa kamera dengan perahu jukung berpenumpang max 4 orang, dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam dari darat menuju laut lepas samudra hindia, terlihat tidak begitu menarik.

 

Perahu di  Kiluan

Jadilah kegiatan pagi itu keliling teluk kiluan dengan jukung, mengitari pulau kelapa dan berakhir di laguna yang ternyata tidak bisa untuk main air. Ada 2 tempat yang dikenal dengan nama laguna di teluk kiluan. Laguna pertama di pulau kelapa, yang tidak bisa untuk berenang. Laguna yang lain bisa untuk berenang dan harus dicapai melalui jalan darat dari teluk kiluan menyusuri batu karang sepanjang pantai. Karena waktu yang tidak banyak kami memilih laguna di Pulau Kelapa.

 

Puas sepagian menikmati pasir putih, biru jernihnya laut, dan ukiran alami batu karang yang diukir oleh air, jam 10 pagi kami kembali ke penginapan dan siap untuk kembali ke Jakarta. Another 13-hours journey awaits …

 

1 Comment

Post a Comment