Bromo, mengejar sang bintang
Udara yang dingin menggigit mengingatkan saya dengan perjalanan ke Papandayan dan Ciwidey tahun 2012 lalu. Bedanya mungkin saat ini saya lebih siap dalam hal perlengkapan. 2 set jaket dan topi kupluk sudah stand by untuk digunakan jika hawa dingin menjadi tidak tertahankan.
Menjelang tengah malam kami berbelok kanan, keluar dari jalur jalan Pasuruan-Probolinggo mengambil jalan yang menuju desa Ngadisari. Tidak terburu-buru tapi nampak ada beberapa mobil di belakang kami membentuk satu barisan panjang yang meliuk-liuk di jalan sempit yang kondisinya cukup baik. “Sebulan yang lalu jalannya ngga serapih ini lho mas”, cerita Mas Kun yang menjadi driver kami malam itu. Keheranan tersebut terjawab dengan banyaknya umbul-umbul dan spanduk sepanjang perjalanan menyambut kedatangan bapak Presiden RI beserta ibu. More






